Featured Post 1 with Small Thumbnail
Featured Post 2 with Small Thumbnail
Featured Post 3 with Small Thumbnail
Featured Post 4 with Small Thumbnail
Title Featured Post 1
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Title Featured Post 2
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
Title Featured Post 3
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Title Featured Post 4
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
Kamis, 20 Juni 2019
Rabu, 19 Juni 2019
PENYAKIT ASMA
PENYAKIT ASMA
A. Pengertian Asma
Asma merupakan penyakit heterogen yang biasanya ditandai dengan
peradangan pada saluran napas yang bersifat kronik dengan ditemukannya riwayat
gejala pernapasan seperti mengi, sesak napas, sesak dada, dan batuk. Asma juga
merupakan masalah kesehatan dunia yang serius yang memengaruhi semua kelompok
usia, mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa yang memiliki banyak dampak
buruk baik terhadap pasien sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
Asma bersifat reversible, asma terjadi ketika brochi mengalami
inflamasi dan hipperesponsif. Penyakit ini menyebabkan penyempitan pada saluran
nafas sehingga menimbulkan kesulitan bernafas. Asma adalah penyakit obstruksi
saluran pernafasan yang bersifat reversible dan berbeda dari obstruksi saluran
pernafasan lain seperti pada penyakit emfisema maupun bronchitis kronis yang
bersifat irreversible dan continue.
B. Tanda -Tanda Awal Penyakit Asma
Tanda-tanda
awal asma adalah:
- Sering batuk terutama dimalam hari
- Gampang sesak nafas
- Merasa sangat Lelah atau lemah saat berolahraga
- Batuk-batuk saat olahraga
- Merasa lelah, mudah marah, kesal atau murung
- Pilek atau alergi (bersin, batuk, hidung tersumbat, hidung meler, sakit tengorokan dan sakit kepala)
- Susah tidur/insomnia
Gejala dari penyakit asma diantaranya:
- Mengi parah ketika bernafas baik ketika menarik nafas maupun mengeluarkan nafas
- Batuk terus menerus
- Pernafasan sangat cepat
- Nyeri dada atau tekanan
- Tarikan otot bantu pernafasan seperti otot leher, otot dada dan tulang rusuk yang tampak naik turun akibat upaya nafas yang berlebih
- Kesulitan berbicara
- Perasaan cemas atau panik
- Pucat, wajah berkeringat dingin
- Bibir biru atau kuku menjadi biru yang dikenal dalam medis sebagai sianosis
D. Penyebab Penyakit Asma
Asma
biasanya timbul karena adanya sensitivitas berlebihan terhadap suatu pemicu.
Setiap orang memiliki pemicu yang berbeda-beda. Pemicu ini selanjutnya akan
menyebabkan reaksi yang mirip dengan reaksi alergi dan menimbulkan reaksi.
Pemicu atau penyebab asma dantaranya :
- Asap rokok
- Polusi udara
- Bahan iritan lain misalnya parfum atau pewangi ruangan
- Alergen misalnya debu, serbuk sari atau bulu binatang
- Infeksi misalnya influenza atau bronchitis
- Udara dingin atau kering
- Stress emosional
- Aktivitas atau olahraga berlebihan
- Asam lambung yang naik ke esophagus
E. PERAWATAN
DAN PENGOBATAN ASMA
Selama
serangan, rongga udara dalam paru-paru meyempit ketika bereaksi terhadap pemicu
seperti asap rokok, udara dingin atau flu. Tidak ada pengobatan tetapi ada dua
jenis perawatan yang bisa diterapkan:
- Alat pencegah, Gunakan secara teratur untuk menghindari serangan. Cara ini mengurangi radang di rongga udara agar tidak mudah diserang oleh pemicu. Termasuk inhaler steroid dosis rendah seperti Becotide Pulmicort dan Flixotide.
- Alat pelega, Mengurangi gejala dengan melegakan rongga udara. Kebanyakan dalam entuk inhaler seperti Ventolin. Pelega jangka pendek bertahan sampai empat jam, pelega dengan jangka lebih lama dapat diresepkan sebagai pencegah juga.
Terdapat
pula pertolongan dini penyakit asma diantaranya:
- Belajar mengenali kapan asma akan kambuh dengan memantau ritme nafas anda.
- Temui dokter jika anada mulai menggunakan inhaler lebih sering atau jika asma membangunkan tengah malam.
- Hindari pemicu alergi yang umum seperti binatang berbulu, unggas dan jamur
- Minimalkan kontak dengan debu. Gunakan penutup khusus untuk tempat tidur dan sofa
- Jangan merokok dan hindari ruangan berasap
- Tetaplah berolahraga. Tapi hindari kegiatan yang tiba-tiba
- Bungkus leher anda dengan selendang ketika pergi ke tempat berudara dingin atau ketika keadaan udara buruk
- Minimalkan kontak dengan penderita infeksi pernafasan
- Hindari stress. Pelajari latihan pernafasan dalam yang sederhana untuk membantu anda lebih santai
- Jangan konsumsi aspirin kecuali atas nasihat dokter
Terdapat
juga cara pencegahan asma antara lain:
- Makan-makanan bergizi
- Banyak minum air putih
- Istirahat yang cukup
- Olahraga secara teratur
- Hindari tempat berpolusi
- Hindari asap rokok
Langganan:
Postingan (Atom)